Top
    blamakassar@kemenag.go.id
(0411) 452952

Sejarah

Untuk mendukung pembangunan keagamaan masyarakat yang berkualitas maka pemerintah dalam hal ini Departemen Agama memerlukan sebuah lembaga penelitian yang bertugas untuk menyediakan sumber data dan informasi yang mampu mendorong lahirnya kebijakan publik yang berbasis realitas.

Dalam konteks inilah, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 13 tanggal 16 Maret 1978 maka lahirlah Balai Penelitan Lektur Keagamaan Ujungpandang yang lazim disebut dengan Balai II. Balai II ini merupakan salah satu dari tiga balai (Semarang dan Jakarta) pada Balai Litbang Departemen Agama sebagai unit Pelaksana Teknis di bidang Kelekturan.

Untuk menyambut KMA tersebut dengan atas bantuan Rektor IAIN Alauddin Ujungpandang, Balai II Ujungpandang ini mendapatkan pinjaman tiga ruangan sebagai sarana untuk melakukan aktifitas kelembagaan, pada saat itu karyawannya hanya berjumlah empat orang dengan komposisi Kepala Balai; personalia, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Urusan Kepegawaian dan Bendahara. Balai II yang bertempat di IAIN Alauddin Ujungpandang diresmikan oleh Kepala Balai Litbang Departemen Agama Drs Ahmad Loedjito pada tanggal 26 Februari 1980.

Namun seiring dengan penambahan pegawai setiap tahunnya, maka fasilitas rungan yang disediakan oleh IAIN Ujungpandang tidak lagi memadai, Hal ini kemudian memaksa Balai II untuk berpindah tempat dengan mengontrak rumah di Jalan Beruang (tertanggal 7 Juni 1981), lalu kemudian berpindah lagi ke jalan Nuri No. 43 pada tanggal 13 Maret 1982 hingga tahun 1985. Berdasarkan kenyataan ini Balai II mengusulkan kepada Balai Litbang Pusat agar segera difasilitasi gedung kantor yang depenitif dan sebagai realisasi dari usulan tersebut maka pada hari kamis, 31 Oktober 1985 sebuah kantor yang bertempat di Jalan A.Pangerang Pettarani diresmikan yang kemudian menjadi tempat dimana seluruh aktifitas Balai Lektur Agama Ujungpandang yang pada tahun 2004 berubah menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar dipusatkan hingga sekarang .

Kehadiran Balai Litbang Agama Makassar selama kurun waktu 35 tahun (1980-2015) telah menghasilkan sejumlah penelitian tentang berbagai sudut kehidupan keberagamaan masyarakat dalam cakupan wilayah kerja yang telah ditentukan. Hasil-hasil penelitian ini tentu saja diharapkan mampu menghasilkan apllied research yang berkualitas dan menjadi suppLier data-data yang kongkrit bagi terciptanya kebijakan strategis pemerintah (Kementerian Agama).