Top
    blamakassar@kemenag.go.id
(0411) 452952
Jurnal Al-Qalam Hadir dengan Bahasa Asing, Saprillah: One Step Ahead to International Journal
Suasana pembukaan Sidang Pleno Jurnal Al-Qalam BLAM, di Hotel Ibis Makassar, Kamis malam, 1 April 2021. Foto: Fauzan.

Jurnal Al-Qalam Hadir dengan Bahasa Asing, Saprillah: One Step Ahead to International Journal

Kamis, 1 April 2021
Kategori : Berita
174 kali dibaca

MAKASSAR, BLAM – Ada yang tampak baru pada tampilan Jurnal Al-Qalam Volume 27 Nomor 1 tahun 2021.

Jika sebelumnya Al-Qalam tampil dengan sebagian besar artikel berbahasa Indonesia, maka untuk edisi perdana 2021, jurnal kategori "Sinta 2" kebanggaan Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) ini, bakal terbit dengan bahasa Inggris dan Arab.

“Alhamdulillah, memasuki usia 27, Jurnal Al Qalam semakin hari semakin diminati,” kata Pemimpin Redaksi Al-Qalam, Prof. Dr. H. Idham, M.Pd, saat memberi sambutan sebelum memulai Sidang Pleno Jurnal Al-Qalam, di Hotel Ibis Makassar, Kamis malam, 1 April 2021.

Selama tiga hari, 1-3 April 2021, para Editor Al-Qalam akan melakukan sidang pleno. Sidang pleno ini dihadiri juga oleh sejumlah pengelola jurnal terakreditasi dari kampus dan instansi pemerintah di Makassar.

Untuk edisi perdana 2021, redaksi menerima sebanyak 45 artikel yang dikirim oleh penulis dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari semua artikel yang masuk ke meja redaksi, ada yang mengirim menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Selain itu, artikel yang masuk ini juga akan melalui seleksi ketat, dan dirampingkan lagi menjadi 16 artikel. Dari 45 artikel yang dibahas di dalam rapat pleno ini, tim redaksi telah melakukan pemeriksaan turnitin.

Bagi artikel yang ketahuan berada di atas 20 persen similiaritynya, maka artikel tersebut otomatis ditolak.

“Soal Al-Qalam berbahasa asing, ini juga sesuai kebijakan Kepala BLAM yang menghendaki edisi pertama tahun 2021 diterbitkan ke dalam bahasa asing. Untuk edisi perdana ini, kami sudah menerima artikel bahasa asing, yaitu Inggris dan Arab. Jadi, terbitan Al-Qalam untuk volume 27 Nomor 1 ini akan berbahasa asing semua,” kata Prof Idham.

Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, menyarankan tim Editor Jurnal Al-Qalam untuk selalu agresif, progresif, dan reaktif, serta tidak pernah takut dengan perubahan.

“Secara alamiah, sistem kerja kita menghendaki perubahan. Kalau tidak, kita akan mengalami degradasi. Karena itu, untuk edisi kali ini kita agak massive,” katanya, sebelum membuka Sidang Pleno Al-Qalam.

“Perubahan di Al-Qalam, yang sebetulnya sudah dimulai dari tahun 2020, yaitu one step ahead to international journal, dengan mengubah bahasa pengantar yang biasanya menggunakan bahasa Indonesia. Tahun lalu kita bersepakat, Al-Qalam edisi 2021 nomor 1 dan 2, itu menggunakan bahasa asing,” sambung Saprillah.

Kepada jajaran Editor Al-Qalam, Saprillah menyarankan untuk terus berinovasi. Menurutnya, inovasi adalah ijtihad. Kalau benar dapat dua, dan kalau salah dapat satu. Semua ijtihad itu benar, dan dalam konteks itulah BLAM bekerja

“Tentu saja kita sudah terbiasa dengan konteks al muhafadzatu ala qodimis shalih wal akhdzu bil jadidil aslah, yakni memelihara yang lama yang baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik. Jangan takut untuk melakukan hal baru. Inovasi adalah ijtihad, dan ijtihad itu ada kaidah ushulnya,” imbuh Saprillah.

Selain Al-Qalam, BLAM masih memiliki tiga jurnal lain, yang masing-masing dikelola oleh tiga bidang penelitian.

Jurnal Pusaka dikelola Peneliti Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi dan Jurnal Educandum digarap Peneliti Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan. Sedangkan Jurnal Mimikri dikelola Peneliti Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan. (ris)


Sumber :

Penulis : Nursaripati Risca

Editor : M. Irfan Syuhudi

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP