Top
    blamakassar@kemenag.go.id
(0411) 452952
Jadi Narasumber di Kaltim, Saprillah Dorong Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Muda
Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, saat menjadi narasumber pada Rakor Bidang Keagamaan di Pemprov Kalimantan Timur, Selasa, 24 November 2020. Foto: Istimewa.

Jadi Narasumber di Kaltim, Saprillah Dorong Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Muda

Selasa, 24 November 2020
Kategori : Berita
60 kali dibaca

SAMARINDA, BLAM – Kepala Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), Dr. H. Saprillah, M.Si, tak pernah mengenal lelah mengampanyekan dan mempromosikan Moderasi Beragama di berbagai kalangan.

Saat didapuk jadi narasumber pada Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Keagamaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2020, bekerjasama dengan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltim, di Ruang Tepian II Gubernur Kaltim, Selasa, 24 November 2020, Saprillah membahas mengenai Moderasi Beragama, sekaligus mendorong pengarusutamaan Moderasi Beragama untuk generasi muda.

“Berdasarkan riset kami (BLAM), generasi muda terlihat cukup rentan terhadap isu-isu fundamentalis dan ekstremisme. Kebijakan kemenag atau kebijakan pembangunan agama, salah satunya harus menyasar dan menguatkan wacana Moderasi Beragama untuk kalangan generasi muda,” kata Saprillah.

Rakor dihadiri, antara lain, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Plh, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kaltim, Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Ketua FKUB Kaltim, dan seluruh kepala kemenag kota/kabupaten di Kaltim. Selain di kantor gubernur, rakor ini juga digelar menggunakan aplikasi zoom meeting.

BLAM sendiri sudah beberapa kali meneliti pemahaman keagamaan di generasi muda di Kawasan Timur Indonesia.

Dari riset tersebut diketahui, generasi muda Muslim kerap dijadikan sasaran empuk oleh kelompok keagamaan tertentu yang mengusung paham fundamental.

Selain menularkan ideologi mereka melalui kajian-kajian di sekolah dan kampus, kelompok ini juga cukup aktif menyebarkan ajarannya lewat media sosial, seperti antara lain, youtube, facebook, dan twitter.

Riset BLAM juga menemukan, sebagian generasi muda kerap bersikap intoleran, serta mudah mengeluarkan ujaran-ujaran kebencian terhadap mereka yang berbeda pendapat dengannya.

BLAM juga mendapati, bahwa generasi muda menolak memberi hormat kepada bendera merah putih, anti tradisi lokal/keagamaan, serta tidak bersedia mengucapkan selamat hari raya kepada non Muslim.

Untuk mendukung pengarusutamaan wacana Moderasi Beragama bagi generasi muda, pria berdarah Palopo ini, mengajak pegawai di lingkungan kemenag di Indonesia untuk eksis di media sosial.

Menurut Saprillah, media sosial sangat bagus dijadikan sarana dakwah dan penguatan interreligious relation (hubungan antaragama) berbasis modal sosial dan budaya. Sebab, hampir semua orang, termasuk generasi muda, aktif berselancar di media sosial.

“Pegawai-pegawai di kemenag harus juga pro aktif bermain di media sosial dan mengampanyekan Moderasi Beragama melalui quote-quote (kutipan). Ini sangat penting untuk menandingi wacana yang mengusung paham fundamentalis dan ekstremis yang berseliweran di media sosial,” ujar Ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan. (ir)


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP