Top
    blamakassar@kemenag.go.id
(0411) 452952
BLAM Tugaskan Peneliti Dalami Kasus Bom Gereja Katedral Makassar
Ilustrasi bom. Sumber gambar: jpnn.com.

BLAM Tugaskan Peneliti Dalami Kasus Bom Gereja Katedral Makassar

Minggu, 4 April 2021
Kategori : Berita
97 kali dibaca

MAKASSAR, BLAM – Tiga Peneliti Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) ditugasi untuk mendalami kasus bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu pagi, 28 Maret 2021.

Peneliti tersebut adalah Sabara Nuruddin, Syamsurijal, dan Muhammad Irfan Syuhudi.

Selama sepekan, 4 hingga 10 April 2021, tiga peneliti ini mulai turun lapangan untuk mencari data terkait peristiwa bom Katedral Makassar.

Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, menyatakan, ia menugaskan penelitinya untuk mendalami kasus tersebut, supaya informasi yang mereka peroleh tidak melulu hanya mengandalkan pemberitaan media online.

“Ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar terjadi di wilayah kami, Makassar. Karena itu, kami akan mendalami kasus bom tersebut dengan menugaskan peneliti untuk riset langsung di lapangan,” kata Saprillah.

Banyak hal yang bakal didalami Peneliti BLAM terkait bom di depan Gereja Hati Kudus Yesus Yang Maha Kudus Katedral ini.

Antara lain, menelusuri jaringan mereka, melakukan serangkaian wawancara terhadap pihak Gereja Katedral Makassar, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak kepolisian, serta warga di kompleks perumahan tertentu, yang selama ini dijadikan tempat domisili kelompok JAD.

Termasuk, tentunya, mengamati apakah ada warga di kompleks tersebut tertarik mengikuti ajaran yang diusung kelompok JAD.

“Setidaknya, kami ingin memahami seperti apa kepekaan warga masyarakat terhadap kehadiran kelompok seperti ini di lingkungan tempat tinggalnya. Sekaligus juga, upaya melakukan early warning system (pencegahan pendeteksian dini) kepada masyarakat menyikapi kehadiran kelompok seperti ini,” kata Ketua Lakpesdam, Nahdlatul Ulama, Sulawesi Selatan, ini.

Selain dalam bentuk laporan penelitian, hasil riset ini akan melahirkan juga rekomendasi kebijakan, serta executive summary, policy brief, dan policy paper.  

Sementara itu, ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido, tak pelak, langsung menyedot perhatian masyarakat Makassar dan publik Indonesia.

Dilansir dari sejumlah media, semua pihak (lembaga negara, organisasi masyarakat, dan masyarakat), merasa geram dan mengutuk perbuatan terduga teroris ini.

Presiden Joko Widodo bahkan mengeluarkan statemen untuk memberantas sampai tuntas jaringan teroris di Indonesia.  

Pelaku bom Katedral Makassar, yang dilakukan laki-laki dan perempuan, merupakan kelompok Jemaah Ansarud Daulah (JAD).

Kelompok yang diduga berafiliasi dengan jaringan teroris internasional, ISIS, ini melakukan sejumlah teror dan pengeboman di gereja di Indonesia, termasuk bom bunuh diri di Jolo, Filiphina, tiga tahun lalu.  

Sebelumnya, pada awal Januari 2021, petugas kepolisian menembak mati dua anggota JAD, MR dan SA, di Perumahan Villa Mutiara, Makassar. Mereka ditembak mati, lantaran melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

BLAM sendiri, selama ini kerap melakukan dan mendalami  kasus-kasus aktual dan viral, yang terjadi di wilayah kerjanya.

Sejumlah kasus aktual yang pernah didalami BLAM, antara lain, kelompok tarekat yang dianggap sempalan oleh Majelis Ulama Indonesia di Kabupaten Gowa, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

BLAM juga pernah mengutus penelitinya untuk mendalami kasus penolakan pembangunan mushalla yang dilakukan sebagian umat Kristen di Perumahan Griya Agape, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. (ir)


Sumber :

Penulis : M. Irfan Syuhudi

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP