Top
    blamakassar@kemenag.go.id
(0411) 452952
BLAM – Kanwil Sultra Mantapkan Riset Bareng Indeks KUB & Pemetaan Keagamaan
Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, membahas riset bareng dengan Kanwil Kemenag Sultra terkait Indeks KUB dan Pemetaan Keagamaan, di Kantor Kanwil Kemenag Sultra, Jumat, 21 Mei 2021. Foto: Dok. BLAM.

BLAM – Kanwil Sultra Mantapkan Riset Bareng Indeks KUB & Pemetaan Keagamaan

Jumat, 21 Mei 2021
Kategori : Berita
101 kali dibaca

KENDARI BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) kembali melebarkan sayapnya untuk bekerjasama dengan lembaga lain.

Pada 2021, BLAM berencana melakukan dua riset bareng Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pertama, Pemetaan Keagamaan dan kedua, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) di Sulawesi Tenggara pada 2021.

Hal tersebut mengemuka saat Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, dan Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad, M.Pd, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), di Hotel Claro Kendari, Kamis, 20 Mei 2021.

Selain memberi sambutan dan membuka seminar akhir Peneliti Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan BLAM terkait riset mereka, Inovasi Pembelajaran Moderasi Beragama melalui Media Kreatif di Kawasan Timur Indonesia, kehadiran Kakanwil Kemenag Sultra di acara BLAM juga untuk menindaklanjuti pembicaraan perjanjian kerja sama tersebut.

“Insya Allah semuanya bisa berjalan lancar dan sesuai yang kita harapkan bersama. Dan, yang terpenting lagi, riset kerja sama ini bisa bermanfaat untuk BLAM, Sultra, dan tentunya Indonesia,” kata Saprillah, usai penandatanganan kerjasama, disaksikan Kepala Subbagian Tata Usaha BLAM, Andi Isra, M.T.

Keesokan harinya, Jumat, 21 Mei 2021, Saprillah diundang ke Kantor Kanwil Kemenag Sultra. Ditemani beberapa Peneliti BLAM, orang nomor satu BLAM ini membahas, sekaligus memantapkan apa yang bakal dikerjasamakan dengan Kanwil Kemenag Sultra.

Saprillah menyatakan, Indeks KUB dan Pemetaan Keagamaan menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap satuan kerja di lingkungan kemenag.

Dengan adanya hasil Indeks KUB dan Pemetaan Keagamaan, para stake holder di lingkungan kemenag memiliki kekuatan data, sehingga mereka dapat mengetahui dan memahami riak-riak yang terjadi terkait kerukunan umat beragama, serta kondisi keagamaan di seputaran wilayah kerjanya masing-masing.

Pada kesempatan ini, Saprillah juga memuji kesungguhan Kanwil Kemenag Sultra menyambut ajakan kerja sama Indeks KUB dan Pemetaan Keagamaan.

Bahkan, kata dia, dua riset tersebut ditaksir tidak memakan biaya besar, lantaran menggunakan tenaga para penyuluh agama di jajaran Kemenag Sultra.

“Saya pikir, Kanwil Kemenag Sultra mendapat nilai plus, karena memilki Indeks KUB dan pemetaan agama sendiri,” kata Ketua Lakpesdam PWNU Sulawesi Selatan, ini.

Nantinya, Peneliti BLAM melakukan semacam coaching kepada para penyuluh agama yang bertugas.

Dalam hal ini, penyuluh agama bertindak sebagai enumerator, sedangkan Peneliti BLAM menjadi pengumpul dan pengolah data. Sedangkan sebanyak 200 angket bakal disebar secara acak di setiap kabupatan dan kota.

“Selain menghasilkan Indeks KUB Sultra, pengalaman menjadi penyuluh agama menjadi enumerator tentu akan bernilai edukasi. Setidaknya, para penyuluh agama bisa menjadi tenaga lapangan kita, karena kami (peneliti) butuh juga pendamping di lapangan,” ujar Saprillah.

Sementara untuk tahap awal Peta Keagamaan, kemungkinan hanya menyasar daerah terdekat saja, seperti Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan. Sedangkan daerah-daerah lain akan menyusul berikutnya.

“Model kerjanya kayak quick count. Penyuluh akan terhubung dengan link aplikasi khusus yang disediakan oleh Peneliti BLAM untuk menginput data yang diperoleh di lapangan,” katanya.

Untuk memudahkan penelitian, para peserta rapat kemudian memetakan 17 kabupaten/kota se Sultra menjadi beberapa zona penelitian.

Rapat ini dihadiri Kepala Bidang dan Pembimas lingkup Kanwil Kemenag Sultra. Sedangkan Kakanwil Kemenag Sultra, diwakili Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Muh. Saleh.

BLAM sendiri telah melakukan perjanjian kerja sama serupa dengan Kemenag Kabupaten Maros, Sulsel, Februari 2021. Peneliti BLAM, Baso Marannu, bertindak sebagai nahkodanya hingga selesai.  

Peluncuran perdana riset Pemetaan Keagamaan di Maros digelar di Hotel Harper Makassar, awal April 2021.

Acara ini dihadiri Peneliti BLAM, Kepala Kemenag Maros dan seluruh pegawainya, serta dibuka oleh Ketua DPRD Maros. (ir)


Sumber :

Penulis : M. Irfan Syuhudi

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP