Dharma Wanita Persatuan Balai Litbang Agama Makassar berduka

2018 01 10 - takziah

blamakassar.kemenag.go.id – Selasa  (09/01/18),  Kepala Balai Litbang Agama Makassar, menjadi pembawa tauziah pada acara Takziah atas berpulangnya ke Rahmatullah Almarhumah Ibu Triana Karyawati istri Baso Marannu di rumah duka Komplek Hartaco Indah Makassar.

Dalam tauziyahnya Almukarram Angregurutta Dr.KH. Hamzah Harun Al-Rasyid, MA. Mengulas secara gamblang tentang kematian dengan berbagai persiapan yang harus dilakukan oleh setiap manusia, karena kematian bukanlah suatu pilihan melainkan suatu keniscayaan dan kepastian yang tak satupun diantara manusia akan mengetahuinya, namun hal itu tidak dapat dihindari. Lebih jauh Angregurutta menyampaikan:

Kematian adalah sebuah keniscaayaan, sebuah kepastian dan bukan merupakan pilihan dan sepanjang manusia hidup didunia pasti ujung-ujungnya kita akan mati. Maka suatu ketika Abdullah bin Umar duduk di dalam masjid bersama Rasululullah dalam masjid, tiba datang seorang sahabat dari kampung Arab yang jauh (pedalaman) masuk ke masjid memberi salam. Setelah dijawab salamnya dan sahabat yang hadir, maka ia bertanya “hai rasulullah  siapa sesungguhnya orang mukmin yang terkategori mulia di dunia ini?. Maka Nabi menjawab yang paling mulia adalah “ adalah orang yang mulia dan sempurna akhlaknya”. Bukan orang yang paling pintar, paling kaya tetapi orang yang paling bagus akhlaknya itulah yang paling mulia. Lalu sahabat melanjutkan pertanyaannya, ya Rasulullah siapakah orang yang paling cerdas di dunia ini? Maka Rasulullah mengatakan orang yang paling cerdas mendiami dunia ini adalah orang yang paling banyak melihat kematian, karena kematian pasti akan datang. Dan kematian adalah pemutus segala yang kita senangi dan kita nikmati, maka perbanyak mengingat pada kematian dan inilah orang yang paling cerdas, namun masih memiliki lanjutan bahwa orang yang paling banyak melakukan persiapan-persiapan untuk mati karena sesungguhnya jika tidak ada persiapan maka bisa dibayangkan bagaimana kelak kita disana, diumpamakan ketika hendak memasuki sebuah kampung atau lainnya jika tidak ada persiapan, atau orang yang kenal maka tentu kita, maka orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling banyak melakukan persiapan untuk mati, karena di dunia masih banyak yang bisa membantu, akan tetapi di akhirat tidak ada lagi tolong menolong melainkan “nafsi’nafsi”, jika bukan kita  yang membawanya sendiri maka tidak ada yang bisa menolong kita kecuali amal kebajikan.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda “yang mengikuti 3 mayit itu hanya 3 kelompok , siapa itu? Pertama hartanya akan ikut bersamanya, misalnya mobil yang masih bisa mengangkut dirinya dan keluarga tetapi hanya sampai di pinggir kuburan tidak masuk bersamanya. Kedua keluarga juga ikut tetapi tidak ada yang masuk ke liang lahat sebesar apapun cintanya. Ketiga hanya amal yang ikut dan berani menemani sang mayit dalam kuburnya, tetapi amal itupun 2 macam, jika itu amal kebajikan maka akan membela kita secara matian-matian di alam kubur, tetapi jika amal kita buruk niscaya akan menjadi lawan atau saksi terhadap apa yang telah kita lakukan di dunia selama ini. Tetapi jika amal kebajikan yang kita bawa maka apa yang menjadi gambaran Rasulullah, maka kubur kita nantinya akan menjadi salah satu taman dari taman-taman syurga, akan tetapi apabila amal kejahatan yang dibawa maka kubur kita akan menjadi jurang dari sekian banyak jurang neraka.

Jika kembali pada buku-buku turats, maka ada 5 alam yang akan dilalui oleh anak cucu Adam yakni pertama alam arwah dan semua kita pernah merasakannya dalam wujud inmateri, bukan dalam wujud fisik.

Dalam hadits tirmidzi, “Ketika nabi Adam diciptakan dan menjadi sempurna sebagai manusia, maka disapulah punggungnya dan keluar berjatuhan laksana atom maka itulah yang disebut ruh-ruh  semua anak cucunya yang diciptakan sampai hari kiamat, lalu disimpan dalam alam  yang disebut alam arwah. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa ketika ruh-ruh ini akan dikeluarkan dari alamnya lalu digabungkan kepada fisik dalam Rahim ibu ( Alam Arham), dan ketika 4 bulan maka ditiupkanlah ruh ke dalam janin tersebut, maka tentulah didahului dengan pertanyaan “bukankan saya Tuhan-Mu yang patut kamu sembah, dan taati”, pada saat itu ruh yang akan ditiupkan ini menjawab dan mengaku kami akan mengaku bahwa engkaulah Tuhan kami yang akan kami sembah dan berjanji setia akan mentaati dan menjauhi segala laranganmu maka ruh dan fisik selanjutnya disatukan. Dan ketika itu akan akan keluar maka ke dunia akan ditanya lagi, dan menurut para ulama ruh-ruh yang tidak mengaku untuk taat pada saat itu, maka ia akan digagalkan sebelum lahir kedunia. Maka ini sesungguhnya Rasulullah mengatakan “tidak satupun manusia yang lahir kedunia ini kecuali lahir dalam keadaan fitrah”. Fitrah dalam pandangan ulama adalah potensi yang dibawa karena ia telah berikrar sebagai Tuhannya adalah Allah Swt. Lalu selanjutnya keluar di alam dunia yang disebut alam syahada (alam persaksian), setelah kita berada di dunia ini menunjukkan dewasa, dan dalam perjalanannya ada yang semakin jauh dari Tuhan-Nya dan ada pula perjalanannya semakin dekat dengan Tuhan-Nya. Yang menjadi masalah adalah bagi mereka yang semakin jauh dengan Tuhan-Nya mengapa? Semua perintahnya tidak ada yang dilakukan, perjalananya semakin jauh, maka dikirimlah nabi secara bergantian, dari 125 ribu untuk menyelamatkan mereka begitu kasihnya Tuhan untuk menyelamatkan mereka, dari 125 ribu terpilih menjadi 113 rasul lalu kemudian diseleksi menjadi 25 nabi dan rasul dan inilah  yang termaktub dalam al-qur’an lalu selanjutnya terpilih menjadi 5 sebagai pemimpin-pemimpin yang disebut “Ulul Azmi”, dari 5 itu terpilih 1 diantara menjadi “Imamul anbiyaah”, yakni Rasulullah Muhammadu SAW yang diutus untuk menyelamatkan ini dan begitu sayangnya Allah kepada hambanya tetapi diantara mereka ada yang kembali, dan diantara mereka ada yang tidak peduli , karena itu apa kata Tuhan kami beri 2 petunjuk terserah mana yang akan pilih dan jika engkau mensyukuri nikmat itu maka engkau akan selamat, tetapi jika engkau menolak maka engkau alan celaka dan akan masuk dalam siksaanku. Pada ayat lain disebutkan “jika engkau mensyukuri nikmatku terutama nikmat dakwah ini maka ketahuilah nikmatku sangat besar, tetapi jika engkau mengkufurinya maka azabku pedih”.

Dan setelah kita tinggalkan dunia maka kita akan masuk ke alam kubur sebagai alam penantian dan masih ada alam di belakangnya yakni alam akhirat yang tercipta setelah kiamat ini dan banyak proses, dan jelas bahwa Rasulullah SAW sangat menekankan 4 perkara yang harus disiapkan untuk berpindah pada alam kubur dan alam akhirat. Rasulullah mengatakan, nanti di alam sana (proses akhirat) utamanya di padang mahsyar, ketika 1 jengkal matahari di atas kepala dimana Al-Qur’an menggambarkan pada saat itu manusia dibangkitkan dalam keadaan yang berbeda-beda, ada yang berenang di atas keringatnya karena jahatnya, tetapi ada pula orang yang mendapatkan naungan di bawah Arasy bagi orang yang senantiasa melakukan kebajikan-kebajikan. Rasulullah bersabda bahwa di alam sana nanti tidak akan bisa menginjak satu pijakan pada pijakan lainnya kecuali ditanya pada 4 hal yakni pertama: umurmu sepanjang di dunia dimana engkau habiskan? Ada yang menjawab saya habiskan pada hal-hal yang buruk, tetapi orang yang ikrar dengan sumpahnya maka ia mengatakan umur saya habiskan dalam melakukan kebajikan. Maka setelah lolos dari pertanyaan ini maka boleh mengangkat kakinya untuk pijakan selanjutnya. Maka pertanyaan  Kedua masa mudamu dimana engkau habiskan, dan ketiga harta yang kamu punya dari mana engkau memperolahnya dan dimana engkau manfaatkan hartamu dan terakhir adalah tentang ilmu dimana engkau manfaatkan?. Jika itu dimanfaatkan untuk kebaikan maka tentunya akan mendapatkan kehormatan, tetapi sebaliknya tidak dimanfaatkan maka ia akan celaka. Sebuah syair mengatakan “ seorang ilmuwan yang tidak memanfaatkan ilmunya sesuai dengan koridornya, maka akan lebih dahulu disiksa sebelum penyembah berhala disiksa”. Karena itu ilmu konsekwensinya harus diamalkan.

2018 01 10 - takziah