• bedah buku 01.jpg
  • bedah buku 02.jpg
  • BEDAH BUKU 03.jpg
  • BEDAH BUKU 04.jpg
  • BEDAH BUKU 05.jpg
  • BEDAH BUKU 06.jpg
  • di masjid.jpg
  • karocang.jpg
  • kepala balai.jpg
  • lagi asyik.jpg
  • makam 01.jpg
  • maulid01.jpg
  • maulid02.jpg
  • maulid03.jpg
  • notulen.jpg
  • pembukaan rkakal.jpg
  • pengarahan1.jpg
  • pengarahan2.jpg
  • pgri1.jpg
  • pgri3.jpg
  • presentasi.jpg
  • santai dulu ah.jpg
  • semarang.jpg
  • siap berangkat.jpg
  • sofyan.jpg
  • wanita.jpg
Pencarian
Main Menu
Waktu Saat Ini

Workshop RKA-KL tahun 2015 berlangsung di Hotel Grand Clarion Makassar

MAKASSAR - Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Makassar akan mengadakan Workshop Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL) 2015 selama 4 hari dimulai tanggal 13 Maret 2014 sampai 16 Maret 2014. Pembukaan yang dilaksanakan hari ini Kamis (13/3) pukul 19.30 sampai 21.00 wita.

Secara umum  Workshop ini bertujuan untuk mengidentifikasi persoalan aktual yang difokuskan pada pembangunan bidang agama untuk ditindak lanjuti dalam bentuk penelitian maupun pengembangan, baik bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kehidupan Keagamaan, serta Lektur dan Khazanah Keagamaan di Kawasan Timur Indonesia.

Adapun narasumber kegiatan ini antara lain : Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Ri, Kepala BiroPerencanaan dan Sistem Informasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Direktorat Jenderal Anggaran II, Kemeterian Keuangan, Kapus Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kapus Litbang Kehidupan Keagamaan, Kapus Litbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama 11 propinsi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama di 11 propinsi di Kawasan Timur Indonesia, Balai Diklat Keagamaan, Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi, serta dari peneliti, staf dan litkayasa Balai Litbang Agama Makassar dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Prof Dr. H. Machasin, MA.

Dalam sambutan beliau, ada beberapa poin penting. " Penelitian itu ada 2 yaitu penelitian murni  dan penelitian terapan. Penelitian terapan terbagi 2 lagi yaitu penelitian terapan ilmu sehari-hari dan kedua penelitian terapan berkaitan apa saja yang dikerjakan oleh lembaga, itulah penelitian kebijakan."

" Tugas litbang adalah meneliti dan mengembangkan kebijakan yang diambil. Penelitian harus dikaitkan dengan RnD (Research and Development) " kata beliau.

" Khusus untuk Lektur dan Khazanah Keagamaan, yang bukan merupakan pengembangan sebaiknya dilakukan pengkajian terhadap bacaan-bacaan yang beredar di masyarakat khususnya dalam bidang keagamaan, " tegas beliau.

Poin terakhir yang ditekankan Kepala Badan Litbang dan Diklat hendaknya Balai Litbang Agama Makassar melakukan survey atas 2 hal, yakni survey rumah ibadah dan survey kerukunan umat beragama di Kawasan Timur Indonesia.

Ungkap beliau sebagaimana yang dikatakan oleh Menteri Agama, " Kerukunan adalah sesuatu yang riil dalam masyarakat dan harus dijaga, dipelihara dan dirawat, karena orangnya silih berganti jika tidak dijaga maka sewaktu-waktu akan pecah. Olehnya itu Balai Litbang harus menjadi mata, telinga dan hati bagi Menteri Agama untuk mendapatkan informasi."



 

 

Litbang Agama Gelar Pendalaman Teori

MAKASSAR –Balai Penelitian dan Keagamaan (Litbang) Agama Makassar menggelar “Pendalaman Teori” pasca penjajakan lapangan di Kawasan Timur Indonesia selama 7 hari (25/2 s/d 03/3). Pendalaman teori dilaksanakan di Aula Balai Litbang Agama Makassar selama tiga hari, Rabu (5/3), Kamis (6/3), dan Selasa (11/3).

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Juhrah, S.Sos, M.AP, mewakili Kepala Balai Litbang Agama Makassar, mengatakan, pendalaman teori sangat penting untuk persiapan diri para peneliti sebelum melakukan penelitian yang sesungguhnya. Salah satu fungsi pendalaman teori adalah untuk mensinkronkan data-data yang telah diperoleh selama penjajakan dengan teori-teori yang digunakan pada saat pengumpulan data. Selain itu, beberapa masukan dan saran dari peserta, terutama konsultan penelitian, akan menjadi nilai tambah bagi para peneliti supaya betul-betul meneliti sesuai desain operasional yang telah dibuat.

Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Litbang Agama Makassar, penjajakan lapangan yang dilakukan selama tujuh hari itu merupakan kegiatan tahap awal peneliti untuk mencari data-data awal di lokasi penelitiannya masing-masing. Selama tahap penjajakan lapangan, para peneliti dituntut untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan, baik itu data primer maupun sekunder, terkait tema penelitian. Nantinya, hasil penjajakan lapangan itu akan dijadikan rujukan apakah lokasi penelitiannya itu layak untutk menjadi daerah penelitian atau tidak.

Pada hari pertama, Rabu (5/3/2014), peneliti Bidang Kehidupan Keagamaan menyajikan hasil penjajakan lapangan terkait “Potret Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Sulawesi Tenggara.” Sebanyak 10 kabupaten/kota yang dijadikan sasaran penjajakan. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Prof. Dr. H. Kahar Mustari selaku konsultan peneliti, peserta berasal dari peneliti, litkayasa,  serta beberapa organisasi keagamaan antara lain Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Makassar, Persatuan Gereja Indonesia (PGI) kota Makassar dan Persatuan Hindu Darma Indonesia (PHDI) kota Makassar.

Pada hari kedua, Kamis (6/3), peneliti Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan yang menyajikan hasil penjajakan lapangan terkait “Pendidikan Agama Pada Satuan Pendidikan Binaan Yayasan Keagamaan di Kawasan Timur Indonesia.” Lokasi penelitian Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan dan bertindak selaku narasumber Bapak Prof. Dr. Mayong, M.Ed. Peneliti memfokuskan pada satuan pendidikan di bawah binaan yayasan agama (Kristen dan Katolik) dan lokasi yang dijadikan sebagai sasaran peneliti layak untuk dilakukan penelitian selanjutnya.

Pada hari ketiga, Selasa (11/3), peneliti Bidang Lektur dan Khazanah Keagamaan yang menyajikan hasil penjajakan lapangan terkait “Perpustakaan Madrasah dan Pengelolaannya.” Lokasi penelitian Sultengah, Sul Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo. Selaku konsultan Bapak Dr. H. M. Najib, M. Lib. Peserta yang hadir yaitu peneliti, litkayasa, UIN Alauddin, Perpustakaan Wilayah, Perpustakaan Al-Markas Al Islami dan MAN 1 Makassar.

Dalam penelitian ini, para peneliti mengemukakan bagaimana perpustakaan madrasah berdasarkan standar perpustakaan. Denga menggunakan sistem wawancara secara terstruktur sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.

Menutup kegiatan pendalaman teori 3 bidang Balai Litbang Agama Makassar, Kepala Balai Dr.H.Hamzah Harun Al Rasyid, MA mengatakan "Alhamdulillah kita telah menyelesaikan pendalaman teori bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Bidang Kehidupan Keagamaan serta Lektur dan Khazanah Keagamaan."

" Kita selayaknya berorientasi pada tujuan penelitian, sebab jika kita mengacu pada tujuan peneliti maka kita akan menggampangkan penelitian dan mengabaikan data di lapangan. Ada dua hal yang berkaitan dengan penelitian yang urgent yaitu pertama yang berkaitan dengan substansi data dan yang kedua metodologi. Terima kasih kepada narasumber yang telah memberikan masukan-masukannya" kata beliau.

 

 

 

 

Rapat Persiapan RKA-KL tahun 2015

MAKASSAR –Balai Penelitian dan Keagamaan (Litbang) Agama Makassar mengadakan “rapat persiapan RKA-KL tahun 2015 ” Selasa (11/3) jam 10.00-12.00 Wita di ruang Kepala Balai, rapat dipimpin langsung oleh Kepala Balai Litbang Agama Makassar Dr. H. Hamzah Harun Al Rasyid, MA dan didampingi oleh Kasubag Tata Usaha Juhrah, S.Sos, M.AP.

Peserta yang hadir pada rapat tersebut antara lain : peneliti utama/madya, steering commitee dan panitia Workshop Penyusunan Program Kelitbangan dan RKA-KL tahun 2015.

 

 

KATA SAMBUTAN KEPALA BALAI LITBANG AGAMA YANG BARU DALAM ACARA LEPAS SAMBUT JABATAN DI BALAI LITBANG AGAMA MAKASSAR

Hadirin yang saya hormati,

Mengawali sambutan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya termasuk orang yang percaya bahwa kehidupan ini sesungguhnya adalah DINAMIKA dan PETUALANGAN. Al-Hayatu hiya al-Harakah meminjam istilah orang arab, atau the life is movement. Saya meyakini bahwa tidak ada orang di dunia yang jalannya melulu lurus dan datar. Setiap orang pasti telah mengalami pasang surut. Bagaimanapun kecanggihan disain (design) yang diset oleh manusia untuk menentukan perjalanan hidupnya, ia pasti pada suatu saat dalam sebuah babakan sejarah akan mengalami shouck atau kepanikan karena apa yang datang adalah sesuatu yang lain dari pada disainnya baik itu adalah sebuah harapan atau tantangan.


Hadirian yang saya hormati,

Barangkali tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa kehadiran saya disini bersama bapak ibu adalah bagian dari DINAMIKA ITU. Waktu saya kecil ayah saya sering bercerita tentang pentingnya pengetahuan dan mendorong saya untuk menjadi bagian dari ilmu pengetahuan dan al-hamdulillah Tuhan memberikan aku semangat untuk bermain di domain ilmu pengetahuan sehingga saya berkecimpun dalam sebuah komunitas yang disebut dunia kampus. Namun secara jujur, saya tidak pernah membuat disain dalam hidup saya untuk menjadi Kepala Balitbang Agama Makassar. Meskipun demikian saya bermimpi semoga kehadiran saya disini adalah bagian dari DINAMIKA POSITIF dan menjadi sebuah harapan bagi saya dan bapak ibu yang telah ditakdirkan untuk bermitra, berjejaring dengan saya untuk beberapa waktu ke depan.

Last Updated (Wednesday, 06 February 2013 01:50)

Read more...

 
More Articles...
Who's Online
We have 2 guests online
Situs Terkait

Pengunjung
6193
Hari IniHari Ini4
KemarinKemarin12
Minggu IniMinggu Ini37
Bulan IniBulan Ini148
All DaysAll Days6193