• bedah buku 01.jpg
  • bedah buku 02.jpg
  • BEDAH BUKU 03.jpg
  • BEDAH BUKU 04.jpg
  • BEDAH BUKU 05.jpg
  • BEDAH BUKU 06.jpg
  • di masjid.jpg
  • karocang.jpg
  • kepala balai.jpg
  • lagi asyik.jpg
  • makam 01.jpg
  • maulid01.jpg
  • maulid02.jpg
  • maulid03.jpg
  • notulen.jpg
  • pembukaan rkakal.jpg
  • pengarahan1.jpg
  • pengarahan2.jpg
  • pgri1.jpg
  • pgri3.jpg
  • presentasi.jpg
  • santai dulu ah.jpg
  • semarang.jpg
  • siap berangkat.jpg
  • sofyan.jpg
  • wanita.jpg
Pencarian
Main Menu
Waktu Saat Ini

BUKU PAI SD SEBAGAI SUMBER DASAR PEMBELAJARAN AGAMA

Pendalam Teori Penelitian “Problematika Pemanfaatan Buku Paket PAI pada Sekolah Dasar di KTI” Bidang Lektur dan Khazanah keagamaan. Rabu, 11 Februari 2015 di Aula Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar  Lt.III.  Narasumber kegiatan ini Dr.Abd.Haling, M.Pd, seorang pakar desain tekhnologi pendidikan Universitas Negeri Makassar.

Dalam pemaparannya menekankan batasan buku PAI. Buku PAI, buku paket pelajaran PAI (wajib maupun penunjang) yang digunakan sebagai buku pengantar dan pegangan guru dan siswa untuk pembelajaran di sekolah. Selanjutnya menyusur mengenai pemanfaatan yang di ukur dalam bentuk aktivitas, cara, proses dalam memanfaatkan sumber belajar (buku PAI). Jika telah menemukan maka beralih pada problematik pemanfatannya, apakah terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan, salah satu yang harus dijawab dalam pembahasan. Setelah selesai maka dilakukan analisis faktor pendukung dan penghambat berkaitan dengan segala sesuatu yang dapat memberikan dukungan atau hambatan ataukah berhasil-tidaknya program tersebut.

Selain itu narasumber mengingatkan para peneliti untuk melakukan telaah dan tetapkan subjek sasaran, menetapkan teknik kajian, mengembangkan instrumen yang sesuai, menetapkan kriteria/patokan. Kemudian melakukan penelitian dan analisis data dgn teknik yang sesuai, serta membuat kesimpulan dari hasil temuan berdasarkan fakta lapangan.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai Litbang Agama Makassar serta Kepala Seksi Bidang PAIS Kanwil Kemenag Sulaweai Selatan (Drs.H.M.Ibrahim, M.Ag); dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kota Makassar (Drs.Nurdin Rasyid, M.Pd). Diskusi ini berlangsung mulai pukul 16.00-18.15 Wita.

 

PENGELOLAAN JURNAL AKREDITASI BERBASIS ELEKTRONIK

Sutrisno Heru Sukoco Kasubid Akreditasi Pusbindiklat LIPI sebagai nara sumber kegiatan “Pengelolaan Jurnal dan Aturannya” di Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Kamis, 12 Februari 2015. Kegiatan ini mengulas pertama mengenai Perka LIPI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kode Etika Publikasi Ilmiah. Kedua perkembangan peraturan akreditasi terbitan berkala ilmiah, yang terbaru mengacu pada Peraturan Kepala LIPI Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Terbitan Berkala Ilmiah; serta Peraturan Dirjen Dikti Nomor 1 Tahun 2014 Pedoman Akreditasi Terbitan Terbitan Berkala Ilmiah. Untuk pengajuan reakrediatsi harus menggunakan E-Journal di tiap lembaga penerbit, hal ini bertujuan mengubah paradigma, visibilitas, dan aksesibilitas. Jadi tiap terbitan tidak terbatas pada opla akan tetapi bisa diakses oleh publik tanpa limit.

Ketiga perbedaan instrumen akreditasi terbitan berkala ilmiah lama dan baru. Aturan terbaru diwajibkan menggunakan format on-line sedangkan cetak jurnal bersifat opsional; manajemen pengelolaan terbitan E-Publishing System, dan mempersyaratkan pengelolaan secara full  online (paperless); petunjuk penulisan bagi penulis mempersyaratkan  penggunaan template penulisan naskah untuk mempercepat pengelolaan naskah; instrument pengacuan, pengutipan dan penyusunan daftar pustaka  mempersyaratkan  penggunaan aplikasi referensi; instrumen manajemen pengelolaan (Review) menekankan pada proses; alamat unik artikel mempersyaratkan  memiliki identitas unik artikel (DOI); indeks tiap jilid otomatis dengan E-Publishing System; penyebarluasan dan dampak ilmiah berbasis akses dan statistik penyebaran luas (global) dengan kunjungan unik; indeksasi dan internasionalisasi lebih mudah dilaksanakan.

Selain itu Sutrisno menampilkan profil jurnal terakreditasi dan implementasi e-journal di instansi (jurnal terakreditasi LIPI). Sungguh mengejutkan dalam realitas data jurnal terakreditasi yang ditampilkan, khususnya jurnal dari Kementerian Agama. Terdapat tujuh jurnal yang terakrediatsi namun belum satu pun yang mengimplementasikan e-journal. Atas dasar tuntutan dan prasyarat yang ditetapkan LIPI, Balai Penelitian Agama telah membuat portal khusus jurnal Al-Qalam sebagai jurnal penelitian agama, sosial, dan budaya. Jurnal ini merupakan ikon publikasi ilmiah Balai Litbang Agama Makassar.

Kegiatan ini ditutup dengan melounching portal www.jurnalalqalam.or.id .

 

PELAYANAN CULTURE

Selasa, 10 Februari 2015 di Aula Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar  Lt.III.  Bidang Kehidupan Keagamaan melakukan kegiatan pendalaman teori penelitian “Pelayanan KUA”. Prof Dr.Tahir Kasnawi sebagai narasumber dalam kegiatan ini.

Tahir Kasnawi memberikan pencerahan dan modal dasar kepada para peneliti mengenai model-model pelayanan. Model pelayanan yang diatur sesuai Undang-Undang; model pelayanan secara teoritis, lebih pada prosedur manejirial seperti teori pelayanan publik dan prima. Dan teori mengenai pelayanan culture yang dicetuskan oleh Tony Hsieh. Jebolan Harvard University menekankan pada pelayanan culture yang melayani dnegan tulus dan jujur yang terpancar keluar dengan sendirinya. Bukan pelayanan yang dipaksakan dan dibuat-buat. Kegiatan ini berlangsung sampai pukul 18.00 wita.

 

GIS Kapasitas Pondok Pesantren di Sulawesi Selatan

Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan melakukan kegiatan pendalaman teori “Pemetaan Kapasitas Pesantren di Sulawesi Selatan” Senin, 9 Februari 2015 di Aula Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar  Lt.III.

Narasumber pada kegiatan ini DR.Sulaiman Zhiddiq, M.Pd, Ahli Geografi Universitas Negeri Makassar. Dalam kegiatan ini diulas mengenai kehadiran dan potensi pondok pesantren, khususnya pondok pesantren di Sulawesi Selatan yang akan menjadi objek penelitian. Pemetaan kapasistas yang akan dilakukan oleh tim pendidikan agama dan Keagamaan memfokuskan pada Enam komponen pesanteran, yaitu kiai, kitab kuning, asrama, mushallah/masjid, santri, dan pemberdayannya. Keenam  komponen tersebut akan dipetakan dalam bentuk GIS sebagai program pengembangan. GIS suatu perangkat geosains yang berkaitan dengan geografis dan sains.

Sulaiman mengatakan “Substansi pembuatan GIS harus ada data yang terhimpun, ini merupakan tugas peneliti untuk memenuhi data yang dibutuhkan. Selain itu harus menyedikan hardware, software, dan perangkat internet. Jika kesemuanya sudah tersedia, selanjutnya divalidasi atau memvisitasi pesantren sesuai dengan temuan lapangan”. Hasil dari program ini, dapat melihat langsung dalam bentuk peta pondok pesantren yang menjadi sasaran penelitian” tegas Sulaiman.

Last Updated (Tuesday, 31 March 2015 07:30)

 
Who's Online
We have 1 guest online
Situs Terkait

Pengunjung
10397
Hari IniHari Ini19
KemarinKemarin21
Minggu IniMinggu Ini40
Bulan IniBulan Ini301
All DaysAll Days10397